Minggu, 05 Februari 2017

Katanya Hijrah ? Kok masih kerja di Bank

Assalamualaikum warahmatullah wabarokahtu

Aku pernah dapet sentilan nih, dan dari sentilan itu aku cari cari tau. sentilannya gini, "sudahlah, percuma kamu hijrah juga kalau masih kerja di bank, bank itu tempatnya riba kalau kamu bener hijrah kenapa kamu kerja di tempat riba?"

Aku merenung berhari hari, kesempatan aku bekerja disini, aku yang terpilih 1 dari 10 orang se cirebon. dan untuk mendapatkan pekerjaan ini aku selalu menghajatkannya dengan 2 rakaat selepas isya serta dzikir 1000kali sehari, doa di sujud terakhir setiap sholat, dan kadang permintaan setelah melafal alkahfi. dan betapa Allah maha baik, segala apa yang aku pinta pun berjalan mulus, aku mendapatkan pekerjaan ini.

bukan berhenti disituh, 1 bulan pertama di tempat ini aku ngga pake jilbab. dan belum pembagian seragam juga. Karena kebiasaan di tempat sebelumnya, pada waktu itu aku memilih seragam tanpa jilbab. tapi, di akhir masa training pada waktu itu aku bimbang, entah kenapa tiba tiba aku pingin seragam jilbab, apa daya ibu mentor tidak mengizinkan karena sudah terlanjur dipesan tanpa kerudung.
aku agak sedih sih, dan temen temen seperjuangan pada nyabarin banget, "sabar bunda, tahun kedua minta seragam jilbab yah " dengan terpaksa, iyaa. aku membayangkan ya memang mungkin terlihat cantik tanpa jilbab, selama setahun paling lamaaa juga 11 bulan aku nunggu si seragam jilbab itu.

Ternyata Hidayahnya sebenernya di mulai pada waktu itu, Allah sayang banget sama aku. temen seperjuangan yang memesan seragam tanpa jilbab tiba tiba telfon ke telfon hotel di ruangan yg aku dan temenku sekota tinggali. dia bilang "Defi, kamu pengen seragam jilbab kan?" tanpa ragu aku jawab IYA! lantas dia bilang
"ini seragam aku dapetnya yang ada jilbabnya, ukuran kita kan sama, gimana kalau di tuker ajah?"
Temen-temen seperjuangan aku alhamdulillah masih hidup dan jadi saksi hidup betapa bahagianya aku pada waktu itu, Alhamdulillah aku terus sebut sebut. tanpa basa basi aku langsung lari ke kamar ruangan dia dan menukar seragamnya, aku seperti mendapat durian runtuh bertubi tubi. sampai aku peluk peluk beliau, orangnya sekarang dinas di Bank BJB hehe.

back to the point...
pekerjaan ku ini, halal. bukan hasil menipu, bukan hasil mencuri, bukan hasil merampok. aku hanya menerima gaji sebatas penghargaan atas jasa melayani keuangan nasabah. aku tidak mengambil uang mereka meskipun entah darimana yang empunya perusahaanku menggaji aku.
aku di gaji atas tenaga dan waktu yang aku dedikasikan untuk pekerjaanku. suara dan senyum yg harus tetap stabil selama 8jam, belum lagi terkuras tenaga dan fikiran. gajiku, aku rasa pantas untuk segala waktu, tenaga dan fikiran. dan yang paling penting aku masih bisa melaksanakan shalat wajib di sela sela pekerjaanku.
dan kenapa wanita berhijab tidak perlu bekerja di bank? sedangkan bank itu sendiri membolehkan memakai jilbab.

aku hanya pelayan jasa keuangan, bukan pencuri, bukan perampok, bukan penjudi, bukan tukang lotre, apalagi pelaku korupsi  yang jelas2 haram.

jadi ukhti, jadi apapun kamu, jaga pakaianmu jaga auratmu. pekerjaanmu tidak di nilai dari penampilanmu saja, yang terpenting adalah kinerjanya kan?

Ingat, kamu minta dunia, Allah pasti kasih! tapi kejar akhiratnya juga.
taruh duniamu (pekerjaan, cita cita, harta, keturunan) di genggaman tangan,
dan taruhlah Allah di hati.

harta tidak dibawa mati.

tunggu part selanjutnya 😚

wassalamualikum wr wb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar